Sejarah Pendidikan &
Pelayanan Kebidanan Di Jepang
KELOMPOK
1. EVI YANA ANGGUN
SARI
2. EZTHER GEERTJHE
JESICA
3. FADLUN YAHYA
4. HERNAWATI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Sejarah Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Jepang
Pendidikan Kebidanan di Jepang
Pendidikan kebidanan di Jepang diawali dengan
terbentuknya sekolah bidan pada tahun 1912 didirikan oleh Obgyn, dan baru
mendapatkan lisensi pada tahun 1974. Kemudian pada tahun 1899 lisensi dan
peraturan-peraturan untuk seleksi baru terbentuk.
Tahun 1987, pendidikan bidan mulai berkembang dan berada
dibawah pengawasan obstretikian. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan
bidan terdiri dari ilmu fisika, biologi, ilmu sosial, dan psikologi. Ternyata
hasil yang diharapkan dari pendidikan bidan tidak sesuai dengan harapan.
Bidan-bidan tersebut banyak yang bersifat tidak ramah dan tidak banyak menolong
persalinan dan pelayanan kebidanan.
Yang mengikuti pendidikan bidan yaitu para perawat yang
masuk pendidikan saat umur 20 tahun. Pendidikan berlangsung selama 3 tahun.
Tingkat Degree di universitas terdiri dari 8-16 kredit, yaitu 15 jam teori, 30
jam lab, dan 45 jam praktik. Pendidikan kebidanan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan obstetri dan neonatal, serta meningkatkan kebutuhan
masyarakat karena masih tingginya angka aborsi di Jepang. Masalah-masalah yang
masih terdapat di Jepang antara lain masih kurangnya tenaga bidan dan kualitas
bidan yang masih belum memuaskan.Saat ini pendidikan bidan di Jepang bisa
setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui
program kebidanan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun.
Pelayanan Kebidanan di Jepang
Jepang merupakan sebuah negara dengan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang maju serta kesehatan masyarakat yang tinggi, pelayanan
kebidanan setelah perang dunia II lebih banyak terkontaminasi oleh
medikalisasi. Pelayanan kepada masyarakat masih bersifat hospitalisasi. Bidan
berasal dari perawat jurusan kebidanan dan perawat kesehatan masyarakat serta
bidan hanya berperan sebagai asisten dokter, pertolongan persalinan lebih
banyak dilakukan oleh dokter dan perawat.
Jepang melakukan peningkatan pelayanan dan pendidikan
bidan serta mulai menata dan merubah situasi. Pada tahun 1987 peran bidan
kembali dan tahun 1989 berorientasi pada siklus kehidupan wanita mulai dari
pubertas sampai klimaktelium serta kembali ke persalinan normal.
Bagi orang jepang melahirkan adalah suatu hal yang kotor
dan tidak diinginkan. Maka banyak wanita yang akan melahirkan diasingkan dan
saat persalinan terjadi di tempat kotor gelap seperti gedung dan gudang. Dokumentasi
relevan pertama tentang praktek kebidanan adalah tentang pembantu-pembantu
kelahiran (asisten) pada periode Heian (794-1115). Dokumentasi
hukum pertama tentang praktek kebidanan diterbitkan pada tahun 1868. Dokumen
ini resmi menjadi dasar untuk peraturan-peraturan hukum utama untuk profesi
medis Jepang. Tahun 1899 izin kerja kebidanan dikeluaran untuk memastikan
profesional kualifikasi.
·
Perbandingan Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Indonesia dan Di
Jepang
Pendidikan bidan Jepang diambil dari lulusan sekolah
perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui program kebidanan yang
ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun. Sedangkan pendidikan bidan di
Indonesia, minimal lulus D3 selama 3tahun dan bisa juga meneruskan ke jenjang
yang lebih tinggi.
·
Kelebihan & Kekurangan
Ø
Kelebihan
Persalinan jaman sekarang
alat-alatnya yang lebih canggih, dijepang antara klain masih kurangnya tenega
bidan dan kualitas bidan yang masih belum memuaskan, saat ini pendidikan bidan
dijepang bisa setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2tahun
atau melalui program kebidanan yang ditawarkanoleh perguruan tinggi 4 tahun.
Ø
Kekurangan
Kebidanan jepang awalnya
persalinan terjadi di tempat kotor, gelap seperti gudang dan gedung, dahulu
banyak bidan tidak ramah dan tidak banyak menolong persalinan dan pelayanan
kebidanan karena tidak ada ilmu psikolog, ilmu biologi dan ilmu sosial sehingga banyak dilakukan oleh
dokter dan perawat, pada tahun 1807 aki dan akb dukun yang menangani persalinan.
·
Kesimpulan
Pelayanan, pendidikan dan perkembangan kebidanan di
Indonesia masih cukup rendah di bandingkan di Jepang. Bahkan juga dalam
tekhnologi di bidang kesehatan. Tenaga pengajar dalam bidang kebidanan juga
masih kurang dalam segi ilmu pengetahuan sehingga masih menuntut ilmu ke luar
negri.
Daftar
Pustaka
Eka
Mhastuti, Agung. 2012. “Sejarah Krbidanan di Jepang”.
<http://agungekamahastuti.blogspot.com/2012/11/perkembangan-pendidikan-bidan-di.html>.viewed 11 Noevember.
Hendriani,
Siti. 2013.”Makalah Perkembangan Pendidikan Bidan”. <http://Sitihendriani91.blogspot.com/2013/05/makalah-perkembangan-pendidikan.html>.
viewed Oktober 2013.
Puspita,
Rizka. 2011. “Sejarah Kebidnan di Jepang”. <http://rizkapuspitaahti.blogspot.com/2011/10/sejarah-kebidanan-di-jepang.html>
. viewed Oktober 2013.
Untuk mendapatkan dalam bentuk Mc. Word
Tidak ada komentar:
Posting Komentar