Senin, 08 Juni 2015

Sejarah Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Jepang



Sejarah Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Jepang


































 








KELOMPOK
1.  EVI YANA ANGGUN SARI
2.  EZTHER GEERTJHE JESICA
3.  FADLUN YAHYA
4.  HERNAWATI

UNIVERSITAS GUNADARMA



Sejarah Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Jepang

  Pendidikan Kebidanan di Jepang
Pendidikan kebidanan di Jepang diawali dengan terbentuknya sekolah bidan pada tahun 1912 didirikan oleh Obgyn, dan baru mendapatkan lisensi pada tahun 1974. Kemudian pada tahun 1899 lisensi dan peraturan-peraturan untuk seleksi baru terbentuk.
Tahun 1987, pendidikan bidan mulai berkembang dan berada dibawah pengawasan obstretikian. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan bidan terdiri dari ilmu fisika, biologi, ilmu sosial, dan psikologi. Ternyata hasil yang diharapkan dari pendidikan bidan tidak sesuai dengan harapan. Bidan-bidan tersebut banyak yang bersifat tidak ramah dan tidak banyak menolong persalinan dan pelayanan kebidanan.
Yang mengikuti pendidikan bidan yaitu para perawat yang masuk pendidikan saat umur 20 tahun. Pendidikan berlangsung selama 3 tahun. Tingkat Degree di universitas terdiri dari 8-16 kredit, yaitu 15 jam teori, 30 jam lab, dan 45 jam praktik. Pendidikan kebidanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan obstetri dan neonatal, serta meningkatkan kebutuhan masyarakat karena masih tingginya angka aborsi di Jepang. Masalah-masalah yang masih terdapat di Jepang antara lain masih kurangnya tenaga bidan dan kualitas bidan yang masih belum memuaskan.Saat ini pendidikan bidan di Jepang bisa setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui program kebidanan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun.
  Pelayanan Kebidanan di Jepang
Jepang merupakan sebuah negara dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju serta kesehatan masyarakat yang tinggi, pelayanan kebidanan setelah perang dunia II lebih banyak terkontaminasi oleh medikalisasi. Pelayanan kepada masyarakat masih bersifat hospitalisasi. Bidan berasal dari perawat jurusan kebidanan dan perawat kesehatan masyarakat serta bidan hanya berperan sebagai asisten dokter, pertolongan persalinan lebih banyak dilakukan oleh dokter dan perawat.
Jepang melakukan peningkatan pelayanan dan pendidikan bidan serta mulai menata dan merubah situasi. Pada tahun 1987 peran bidan kembali dan tahun 1989 berorientasi pada siklus kehidupan wanita mulai dari pubertas sampai klimaktelium serta kembali ke persalinan normal.
Bagi orang jepang melahirkan adalah suatu hal yang kotor dan tidak diinginkan. Maka banyak wanita yang akan melahirkan diasingkan dan saat persalinan terjadi di tempat kotor gelap seperti gedung dan gudang. Dokumentasi relevan pertama tentang praktek kebidanan adalah tentang pembantu-pembantu kelahiran (asisten) pada periode Heian (794-1115). Dokumentasi hukum pertama tentang praktek kebidanan diterbitkan pada tahun 1868. Dokumen ini resmi menjadi dasar untuk peraturan-peraturan hukum utama untuk profesi medis Jepang. Tahun 1899 izin kerja kebidanan dikeluaran untuk memastikan profesional kualifikasi.
·         Perbandingan Pendidikan & Pelayanan Kebidanan Di Indonesia dan Di Jepang
Pendidikan bidan Jepang diambil dari lulusan sekolah perawat atau perguruan tinggi 2 tahun atau melalui program kebidanan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi 4 tahun. Sedangkan pendidikan bidan di Indonesia, minimal lulus D3 selama 3tahun dan bisa juga meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.
·         Kelebihan & Kekurangan
Ø  Kelebihan
Persalinan jaman sekarang alat-alatnya yang lebih canggih, dijepang antara klain masih kurangnya tenega bidan dan kualitas bidan yang masih belum memuaskan, saat ini pendidikan bidan dijepang bisa setelah lulus dari sekolah perawat atau perguruan tinggi 2tahun atau melalui program kebidanan yang ditawarkanoleh perguruan tinggi 4 tahun.
Ø  Kekurangan
Kebidanan jepang awalnya persalinan terjadi di tempat kotor, gelap seperti gudang dan gedung, dahulu banyak bidan tidak ramah dan tidak banyak menolong persalinan dan pelayanan kebidanan karena tidak ada ilmu psikolog, ilmu biologi dan  ilmu sosial sehingga banyak dilakukan oleh dokter dan perawat, pada tahun 1807 aki dan akb dukun yang menangani persalinan.
·         Kesimpulan
Pelayanan, pendidikan dan perkembangan kebidanan di Indonesia masih cukup rendah di bandingkan di Jepang. Bahkan juga dalam tekhnologi di bidang kesehatan. Tenaga pengajar dalam bidang kebidanan juga masih kurang dalam segi ilmu pengetahuan sehingga masih menuntut ilmu ke luar negri.




Daftar Pustaka
Hendriani, Siti. 2013.”Makalah Perkembangan Pendidikan Bidan”. <http://Sitihendriani91.blogspot.com/2013/05/makalah-perkembangan-pendidikan.html>. viewed  Oktober 2013.
Puspita, Rizka. 2011. “Sejarah Kebidnan di Jepang”. <http://rizkapuspitaahti.blogspot.com/2011/10/sejarah-kebidanan-di-jepang.html> . viewed Oktober 2013.


Untuk mendapatkan dalam bentuk Mc. Word

Minggu, 05 April 2015

Sejarah Pelayanan dan Pendidikan Bidan Di United Kingdom




Pelayanan dan Pendidikan Bidan Di United Kingdom


DISUSUN OLEH:

CHASSIA DEBORA

CINDI APULITA

CINTIA GINA ANDRIANA
DEBBY TRIANAA
  

Kebidanan Universitas Gunadarma


I.            Sejarah Kebidanan di United Kingdom
Selama tahun 1920-an 50-60% wanita di UK hanya ditolong oleh sebagian besar bidan, buta huruf, bekerja sendiri, menerima bayaran untuk pelayanan yang mereka berikan pada klien. Pada saat itu meskipun proporsi dari praktek bidan yang mempunyai kualifikasi meningkat dari 30% pada tahun 1905 menjadi 74% di tahun 1915, banyak wanita yang lebih menyukai dukun. Hal ini karena dukun lebih mudah mengikuti tradisilokal dan memberikan dukungan domestic.
Pelayanan dipusatkan pada persalinan dan nifas dan pelayanan antenatal mulai dipromosikan pada tahun 1935. Pada tahun 1930 perawat yang juga terdaftar memasuki kebidanan karena dari tahun 1916 mereka dapat mengikuti kursus pendek kebidanan dari pada wanita tanpa kualifikasi sebagai perawat. Hal ini mengakibatkan penurunan status dan kekuatan bidan karena perawat disosialisasikan untuk menangani keadaan patologis dari pada keadaan fisiologis. Meskipun direct entrynya dibuka kembali pada awal tahun 1990. Semua kursus kebidanan saat ini cenderung untuk dibatasi disekitar kualifikasi keperawatan.
Selama tahun 1980, bidan di inggris mulai berusaha mendapatkan otonomi yang lebih dan meningkatkan sistem melalui penelitian tentang alternative pola perawatan. Dengan perkembangan persalinan alternatif, bidan mulai mengembangkan praktik secara mandiri.
Selama tahun 1980, bidan di inggris mulai berusaha mendapatkan otonomi yang lebih dan meningkatkan sistem melalui penelitian tentang alternative pola perawatan. Dengan perkembangan persalinan alternatif, bidan mulai mengembangkan praktik secara mandiri.
Selama pertengahan 1980 kira – kira ada 10 bidan yang praktik secara mandiri di Inggris. Pada 1990 ada 32 bidan independent dan pada tahun 1994 angka perkiraan dari bidan independent adalah 100 orang dengan 80 orang diantaranya terdaftar dalam Independent Midwifery.
Tahun 1864 sekolah wanita kebidanan dibuka dilondon, Florance Nightisale sebagai pelopor pelatih bidan. Tahun 1862 ia membentuk pelatihan kebidanan bekerja sama dengan king’s collage hospital.
Alasan bidan di Inggris melaksanakan praktek mandiri:
a.       Penolakan terhadap model medis dalam   kelahiran (medicalisasi).
b.      Ketidakmampuan untuk menyediakan perawatan yang memuaskan dalam NHS  (National Health Servis ).
c.       Untuk mengurus status bidan sebagai praktisi.
d.      Untuk memberikan kelangsungan  perawatan dan  kemampuan bidan dalam memberikan pertolongan persalinan di rumah sebagai pilihan mereka.
Organisasi profesional kebidanan di inggris :
Ø  RCM (Royal College of Midwives), merupakan lembaga yang mendukung bidan dalam upayanya meningkatkan standar perawatan bagi ibu, bayi, dan keluarganya. Tujuan dari RCM adalah untuk meningkatkan seni dan ilmu kebidanan serta meningkatkan standar profesionalisme
Ø  ICM (international confederation of midwives), merupakan konfederasi bidan dunia yang sekretariatnya berada di london. Tujuan dari ICM adalah meningkatkan standar keperawatan bagi wanita, bayi, dan keluarganya di selurh dunia melalui pembangunan, pendidikan, dan penyediaan bidan yang profesional.
Ø  Europian Community midwives directive, merupakan aliansi bidan se-eropa yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kebidanan.
Ø  Pendidikan kebidanan di Inggris terdiri dari 2 bagian, yaitu :
·        Preregistration three year programme/direct entry.Program ini di tunjukan bagi yang belum pernah mengenyam pendidikan keperawat dasar dengan lama pendidikan selama 3-4 tahun.
·        Pre-registration (Shortened) 18 months programme. Program ini di tujukan bagi yang pernah mengenyam pendidikan keperawatan dasar dengan lama pendidikan 18 bulan – 2 tahun.
Mayoritas bidan di Inggris adalah lulusan diploma. Sejak tahun 1995 sudah ada lulusan S1 kebidanan dengan dasar SMU + 3-4 tahun. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan Diploma Kebidanan di mulai tahun 1893, dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit.



II.            KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Bidan di United Kingdom memiliki banyak kelebihan di banding Negara lain, mereka mampu memperbaiki kualitas pelayanan kebidanan secara baik seiring dengan berjalannya waktu, diantaranya :
§  Wanita mendapatkan  pelayanan dari bidan selama kehamilan sampai nifas , dan asuhan berkelanjutan,  pada persalinan dapat dilakukan di rumah Ibu hamil.
§  Model kebidanan yang digunakan di United Kingkom adalah partnership antara bidan dan wanita. Bidan dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman, dan wanita dengan pengetahuan tentang kebutuhan diri dan keluarganya, serta harapan-harapan terhadap kehamilan dan persalinan. Sehingga sebelum melakukan pelayanan bidan dan wanita harus saling mengenal agar bisa menumbuhkan rasa kepercayaan diantara keduanya.
Kekurangannya program yang sebelumnya  dilakukan oleh bidan seperti :
Ø   Bidan kehilangan pandangan bahwa persalinan adalah suatu peristiwa yang normal dan dengan peran mereka sendiripun sebagai pendamping pada peristiwa normal tersebut.
Ø   Bidan memberikan intervensi dan asuhan maternitas yang penuh dengan pengaruh medis, dimana seharusnya para dokter dan rumah sakit secara langsung yang lebih tepat untuk memberikannya.
III.            KESIMPULAN
                Kebidanan komunitas di Inggris mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari awal mula bidan yang tidak diterima oleh masyarakat hingga perlahan mulai diterima. Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah masih tingginya mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin, khususnya di Negara berkembang dan di Negara miskinya itu sekitar 25-50%.    
                Tingkat kepedulian pemerintah terhadap profesi bidan dan kematian maternal patut diacungi jempol, dikarenakan pemerintah inggris yang sangat peduli terhadap keberadaan bidan dan kematian maternal, sehingga hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat inggris.
Keberhasilan suatu Negara untuk dapat menyejahterakan rakyatnya sangat bergantung pada kepemimpinan dan kemauan dari rakyat itu sendiri, terbukti dari sejarah adanya bidan di Inggris yang membutuhkan waktu lama untuk dapat membentuk inggris menjadi suatu Negara dengan AKI yang rendah dari Negara-negaralainnya.

Untuk mendapatkan file dalam bentuk Word silakan download di bawah ini:

https://drive.google.com/open?id=0B-HdISNdFUPjNGlTQXcxcnc0X0U&authuser=0

Untuk mendapatkan file dalam bentuk PPT silakan download di bawah ini: https://drive.google.com/open?id=0B-HdISNdFUPjd3ZDMVpmMGRranM&authuser=0