KONSEP KEBIDANAN
Sejarah Pelayanan dan Pendidikan
Bidan di Amerika Serikat
Nama Kelompok :
Astriani Hapsari
Ayu Mei Fiyanti Putri
Ayu Subarkah
Azizah Septiyani
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Sejarah
Pendidikan Bidan Dan Pelayanan Kebidanan Di Amerika
RIWAYAT AWAL
Riwayat
bidan di Amerika Serikat dimulai dengan masuknya kolonial di Dunia baru. Bidan
berada di antara wanita pertama yang tinggal di dalam koloni-koloni. Kendati
secara pasti bidan telah ada di tengah-tengah orang Amerika Serikat Asli,
sejarahnya belum dikeneli dan diteliti secara umum.
Selama
abad ke-19, para wanita perintis menempuh perjalanan melewati dataran luas
dengan mengendarai WAGON tertutup, mengikuti jalur oregon dan sante fe. Mereka
kemudian menetap di Bagian barat dan di berbagai tempat melahirkan anak dengan
bantuan wanita lain yang berfungsi sbagai bidan dalam situasi tersebut. Sejarah
hormon mencatat peran terhormat dan fungsi kepahlawanan bidan selama perjalanan
mereka dari Illanois ke Utah pada tahun 1846 dan 1847.
Beberapa
dokter yang memberikan kontribusi yang bermakna bagi ilmu pengetahuan dan seni
obstetric, antara lain :
1. William Smallie (1697 – 1763
Beliau menyelengarakan pengawasan
dan pendidikan, yang mengembangkan pendidikan dengan menggunakan boneka peraga
dan mencatat semua pasiennya dengan sangat teliti, mengidentifikasi mekanisme
persalinan dan membuktikan kesalahan sejumlah mitos pemahaman yang
keliru.
2. William Hunter (1718 – 1783)
Kontribusi beliau dalam pendidikan
anatomi, mencakup; penemuan yang berkaitan dengan system linfe, sirkulasi
plasenta, dan kehamilan uterus.
3. William Shippen, Jr. (1736 -1808)
Beliau adalah pengajar pertama dalam
bidang obstetric, ia mendirikan kursus Kebidanan dan Rumah Sakit bersalin, pada
Tahun 1762. Kemudian pada tahun 1810 bersama Dokter Thomas Chaakley
mempromosikan Partus buatan pada bayi Premature pada ibu yang pinggulnya
sempit.
4. Dr. Sammuel Bard (tahun 1742 – 1821)
Dokter Samuel Bard, yang
berkebangsaan Amerika Serikat banyak menulis buku-buku kebidanan, diantaranya:
a. Cara Pengukuran
Konyugata diagonalis
b. Kelainan-kelainan
pinggul
c. Melarang
pemeriksaan dalam apabila tidak ada indikasi.
d. Membagi
persalinan dala empat kala
e. Menasehatkan
jangan menarik tali pusat untuk mencegah terjadinya inversio uteri.
f.
Mengajarkan bahwa letak muka dapat lahir spontan
g. Melarang
pemakaian cunam berulang-ulang karena banyak menimbulkan kerugian.
5. Dr. Walter Channing (tahun 1786 – 1876)
Channing memperoleh gelar dokter
pertama kali dari Universitas Edinburgh. Ia adalah Professor kebidanan
dan hukum kedokteran pertama yang diperoleh dari universitas Harvard. Ia adalah
salah satu dari dokter yang pertama kali menggunakan anesthesia (bius) kepada
ibu yang melahirkan, dan ia membuat risalah untuk kepentingan itu, diberi judul
“Treatise on etherization in child birth, illustrated by 581 cases,” tahun
1849. Ia juga yang pertama kali memperhatikan kondisi nifas dari ibu yang
melahirkan.
6. Hugh L. Hodge, M.D (tahun 1796 – 1873)
Nama lengkapnya Hugh Lenox Hodge. Ia
adalah dokter berkebangsaan Amerika, dilahirkan di Philadelphia, pada tanggal
27 Juni 1796, memperoleh gelar dokter dari Universitas Pennsylvania.
Ia mempelajari letak belakang kepala, mekanisme letak sungsang, pemasangan forcep harus disamping kepala anak, kecuali bila kepala masih tinggi, membagi turunnya kepala dengan bidang-bidang dasar panggul (bidang Hodge). Disamping itu ia menulis buku yang terkenal pada tahun 1866, yakni “the principle and practice of obstetrics”. Buku ini terkenal di Amerika dan luar Amerika, diterbitkan oleh Thomas Sinclair dari Philadelphia.
Ia mempelajari letak belakang kepala, mekanisme letak sungsang, pemasangan forcep harus disamping kepala anak, kecuali bila kepala masih tinggi, membagi turunnya kepala dengan bidang-bidang dasar panggul (bidang Hodge). Disamping itu ia menulis buku yang terkenal pada tahun 1866, yakni “the principle and practice of obstetrics”. Buku ini terkenal di Amerika dan luar Amerika, diterbitkan oleh Thomas Sinclair dari Philadelphia.
AWAL ABAD KE-20
Pada
periode ini dua organisasi di bentuk : Biro Anak di Winghiston dan Asosiasi
Pusat Ibu Melahirkan di Kota New York. Kedua organisasi ini memiliki pengaruh
besar pada perkembangan perawatan kesehatan maternal-bayi dan
perawat-kebidanan.
Faktor
perawatan obstetrik lain yang berperan dalam angka mortalitas ibu dan bayi pada
saat itu adalah sebagai berikut:
1.
Masyarakat belum memandang
rumah sakit sebagai tempat perawatan obstetrik sehingga sedikit rumah sakit
yang dapat di gunakan sebagai penanganan kedaruratan.
2.
Studi obstetrik tidak di
identifikasikan sebagai komponen yang sangat penting dalam pendidikan medis.
3.
Praktek obstetrik sebenarnya
terbatas pada periode intrapartum dan pascapartum.
4.
Undang-undang yang di
terapkan pada perizinan praktik dan pengaturan bidan masih sedikit.
5.
Belum ada sistem pendidikan terorganisasi bagi
badan.
BIRO ANAK
Pada tahun 1903,Lilian Wald, seorang
perawat dan pendiri Henri Street Settlement dan Visiting Nurse Association di
kota New York, menyarankan pembentukan Biro Anak. Kegiatan pertama Biro Anak
ini meneliti kematian bayi yang menurut data statistik yang ada angka kematian
bayi mencapai 124 per 1000 kelahiran hidup.
Biro Anak kemudian meneliti angka
kematian ibu melahirkan dan menarik kesimpulan bahwa ternyata perawatan awal
dan perawatan lanjutan merupakan langkah yang sangat penting untuk menurunkan
angka kematian ibu dan bayi.
MASALAH BIDAN
Pada awal abad ke-20, muncul
perdebatan tentang apa yang di kenal sebagai Masalah Bidan. Sebagian besar
orang meyakini bahwa semua praktik kebidanan harus ditiadakan. Sebagian yang
lain meyakini bahwa bidan dapat melakukan fungsi yang bermanfaat. Mereka yang
memdukung bidan,merasa bahwa praktik kebidanan harus mendapat pelatihan,
perizinan, dan pengawasan yang tepat.
Hasil dari perundang-undangan yang mengatur praktik kebidanan adalah beberapa sekolah kebidanan mulai didirikan. Sekolah yang dirancang untuk memberi pendidikan kepada bidan setempat guna memenuhi prasyarat praktik ini kemudian di tutup atas pemerintah komisaris rumah sakit di Kota New York, yang adalah seorang Dokter. Tahun 1923 kursus kebidanan dimulai. Kursus ini yang pada akhirnya memiliki perawat praktik dan perawat berizin praktik sebagai mahasiswa.
Hasil dari perundang-undangan yang mengatur praktik kebidanan adalah beberapa sekolah kebidanan mulai didirikan. Sekolah yang dirancang untuk memberi pendidikan kepada bidan setempat guna memenuhi prasyarat praktik ini kemudian di tutup atas pemerintah komisaris rumah sakit di Kota New York, yang adalah seorang Dokter. Tahun 1923 kursus kebidanan dimulai. Kursus ini yang pada akhirnya memiliki perawat praktik dan perawat berizin praktik sebagai mahasiswa.
SEKOLAH KEBIDANAN MANHATTAN
Sekolah yang pertama kali didirikan
khusus untuk mendidik lulusan perawat yang ingin menjadi bidan adalah sekolah
kebidanan Manhattan, dibuka di Kota New York pada tahun 1925. Sekolah Kebidanan
Manhattan (The Manhattan Midwifery School) bergabung dengan The Manhattan
Maternity and Dispensary, sebuah rumah sakit khusus yang memberi pelayanan
maternitas. Pada saat itu sedikitnya ada 18 lulusan dari Sekolah Kebidanan Manhattan.
SEKOLAH KEBIDANAN LOBENSTINE
Sekolah kebidanan Lobenstine dibentuk pada
awal tahun 1931 oleh tiga anggota dewan kedokteran Asosiasi Pusat Maternitas
dan direktur umumnya, yaitu Hazel Corbin, R.N. Ralph Waldo Lobenstine, M.D.
ketua dewan Kedoketran MCA. Lobenstine bekerja tanpa kenal lelah untuk
menyelesaikan pendirian pelayanan dan pendidikan perawat-bidan sampai ia
meninggal pada tahun 1931. Keteguhan para anggota dan dukungan keuangan dari
kelompok yagn terdiri atas 60 pasien dan teman-teman Lobenstine mengarahkan
pendirian Lobenstine Midwifery Clinic, Inc pada bulan November 1931. Asosiasi
pusat Maternitas dan klinik Kebidanan Lobenstine bergabung dibawah naungan dan
pengawasan Asosiasi Pusat Maternitas. Pelayanan perawat-bidan yang diberikan
melalui pelayanan klinik terdiri atas perawatan selama kehamilan dan pendidikan
pasien di klinik tersebut, perawatan intrapartum dan pascapartum di rumah
pasien, kecuali jika pasien harus menjalani rawat-inap di rumah sakit untuk
alasan medis, dan check-up pascapartum.
TAHUN 1940-AN DAN 1950-AN
Pada tahun 1940-an dan 1950-an muncul
kebutuhan akan pelayanan perawat-bidan untuk berfungsi sebagai pendidikan dalam
bidan keperawatan maternitas. Selain itu juga untuk melengkapi tenaga pelayanan
keperawatan, melakukan pengawasan dan menempati posisi konsultan di departemen
kesehatan negara dan internasional. Semua tanggung jawab pekerjaan ini kemudian
di tambah lagi dengan kurangnya kesempatan perawat-bidan melakukan praktik
maternitas sehingga timbul suatu keadaan yang sejumlah besar lulusan baru
perawat-bidan tidak melakukan praktik klinik perawat-kebidanan yang
sesungguhnya.
TAHUN 1960-AN
Kesempatan untuk melakukan praktik
klinik perawat-kebidanan masih sangat terbatas bagi lulusan perawat-bidan pada
awal tahun 1960-an. Hanya dua negara dan satu kota yang secara hukum mengakui
praktik perawat-kebidanan pada saat itu. Berikut adalah beberapa pemahaman yang
keliru dan stereotip yang sering terdengar selama masa yang menghambat
perkembangan perawat-kebidanan pada tahun 1960-an juga data fakta yang tersedia
pada waktu tersebut.
·
Stereotip
: Semua bidan sama.
·
Fakta
: Nama perawat-bidan sebenarnya menjelaskan dengan tepat siapa dan apa
perawat-bidan.
·
Pemahaman yang keliru : Perawat-bidan mencoba menjadi “dokter kecil.
·
Fakta
: Perawat-kebidanan adalah sebuah profesi dengan definisi jelas.
TAHUN 1970-AN
Pada akhir 1960-an dan awal tahun
1970-an, semua hal berubah. Tiba-tiba perawat-bidan bukan saja dapat diterima,
tetapi lebih dari itu mendapat permintaan berlebihan utnuk bekerja sebagai
tenaga pelaksana dan bahkan dipersalahkan karena jumlahnya kurang untuk
memenuhi tuntutan pada saat itu. Akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an
merupakan kurun waktu perkembangan pesat perawat-bidan bersamaan dengan
peningkatan pelayanan perawat-bidan dan program pendidikan yang tersebar luas
selama dekade tersebut.
TAHUN 1980-AN
Pada tahun 1980-an, perawat-bidan
melakukan praktik mencakup seluruh rentang area yang mungkin dimasuki dari
klinik dan program yang didanai pemerintah sampai HMO dan rumah sakit. Pada akhir tahun 1970-an dan menjelang awal
1980-an terlihat perkembangan pesat pusat persalinan diluar rumah sakit dengan
Maternity Center Association sebagai penggeraknya. Bidan tradisional mengatur
diri mereka sendiri pada tahun 1982 dengan membentuk Midwives Alliance of North
America (Mana) dengan melibatkan bidan di Kanada dan Meksiko juga bidan di
Amerika Serikat. MANA kemudia mendirikan Interim Registry Board (IRB) pada
tahun 1986 dengan tujuan menyelenggarakan suatu penilaian dan mempertahankan
keanggotaan bidan yang lulus dalam penilaian tersebut. Kemudian secara perlahan
IRB berpisah dari MANA dan bergabung menjadi North American Registry of
Midwives (NARM). Pada tahun 1991.
TAHUN 1990-AN DAN AWAL 2000-AN
Awal tahun 1990-an menjadi saksi lonjakan
pertumbuhan program pendidikan perawat-bidan. Hal ini terjadi sebagian
disebabkan pengakuan negara terhadap kualitas dan keefektifan pelayanan
perawat-bidan dan anggaran yang diberikan negara untuk mendanai program
tersebut. Sistem pelayanan kesehatan
mulai berkembang dalam arahan managed care pada awal 1990-an. Sekali
lagi perawat-bidan menemukan bahwa mereka masih harus berjuang mendapatkan
pengakuan, dan aspirasi mereka, baik pada lingkup nasional maupun lokal, bisa
mempengaruhi keputusan yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan dan praktik
perawat-bidan. ACNM Divition of Accreditation (DOA) merupakan divisi yang
pertama kali diakui oleh U.S. Departmenet of Education (USDOE) sebagai badan
akreditasi nasional pada tahun 1982. Pengakuan tersebut telah diperbaharui
sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh USDOE sebelumnya.
Pada tahun
1994, sebagai respons terhadap permintaan dari lembaga perundang-undangan
negara, ACNM mengambil sikap tegas dalam menetapkan standar surat pengakuan
terhadap bidan yang bukan perawat. Tindakan ini segera mendorong peningkatan
penggunaan banyak tenaga perawatan kesehatan profesional berlisensi, yang
sebagian besar adalah asisten dokter, untuk melaksanakan praktik kebidanan
tanpa persiapan pendidikan ataupun izin untuk melakukan peran ini. Program
pendidikan pertama bagi bidan bukan perawat yang telah menjalani praakreditasi
oleh ACNM DOA dimulai pada tahun 1996. program ini meluluskan siswanya pertama
kali pada tahun 1997, dan pada tahun 1999 program tersebut sudah mendapat
akreditasi penuh.
Pada saat yang sama, Widwefery Education and Accreditation Council (MEAC), yang sudah berubah dari gerakan kebidanan tradisional pada tahun 1970-an dan 1980-an, mengatur dan mengukuhkan dirinya hanya pada pengakreditasian pendidikan bidan jalan-masuk-langsung bukan perawat pada siklus maternitas dan praktik diluar rumah sakit-khususnya persalinan dirumah MEAC telah melaksanakan dan menerima pengakuan dari Departement Pendidikan Amerika Serikat sebagai badan yang melakukan akreditasi pada bulan Januari 2001. Kebidanan yang telah memiliki izin pada permulaan tahun ini mengarahkan kedua jenis perawat dan dua tipe bukan-perawat-direct entry untuk menjadi bidan bersertifikat (CNM, CM, CPM) dengan proses pendidikan yang berbeda dan dua ruang lingkup praktik yang berbeda, tetapi setelah mendapat penjelasan yang tepat sehingga dapat membedakannya dengan bidan tradisional yang tidak memiliki surat izin.
Pada saat yang sama, Widwefery Education and Accreditation Council (MEAC), yang sudah berubah dari gerakan kebidanan tradisional pada tahun 1970-an dan 1980-an, mengatur dan mengukuhkan dirinya hanya pada pengakreditasian pendidikan bidan jalan-masuk-langsung bukan perawat pada siklus maternitas dan praktik diluar rumah sakit-khususnya persalinan dirumah MEAC telah melaksanakan dan menerima pengakuan dari Departement Pendidikan Amerika Serikat sebagai badan yang melakukan akreditasi pada bulan Januari 2001. Kebidanan yang telah memiliki izin pada permulaan tahun ini mengarahkan kedua jenis perawat dan dua tipe bukan-perawat-direct entry untuk menjadi bidan bersertifikat (CNM, CM, CPM) dengan proses pendidikan yang berbeda dan dua ruang lingkup praktik yang berbeda, tetapi setelah mendapat penjelasan yang tepat sehingga dapat membedakannya dengan bidan tradisional yang tidak memiliki surat izin.
Perbandingan Pelayanan Kesehatan Kebidanan Di
Amerika & Indonesia
Di Amerika para bidan berperan
seperti dokter,berpengalaman tanpa pendidikan yang spesifik. Standar-standar atau peraturan-peraturan sampai pada
awal abad ke 20. Saat ini Amerika Serikat merupakan negara yang menyediakan
perawatan Maternitas termahal didunia,tetapi sekaligus merupakan negara
industri yang paling buruk dalam hasil perawatan Natal di negara-negara
industri lainnya.
Di
Indonesia Bidan hanya menangani persalinan normal,dan dokter manangini
persalinan yang bermasalah
(Sesar). Kebanyakan masyarakat lebih memilih persalinan pada bidan,karena
biayanya yang terjangkau dan lebih mengerti/memahami wanita.
SUMBER :
Risna, Inda.
2012. Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan. <http://indarisna.blogspot.com/2012/12/perkembangan-pelayanan-dan-pendidikan.html>
NN. 2009. Profil
Pelayanan dan Pendidikan Bidan (Dalam dan Luar Negeri). <http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tugas-kuliah-profil-perkembangan.html>
untuk mendownload file dalam bentuk Word silakan buka di bawah ini:
untuk mendownload file dalam bentuk PPT silakan buka di bawah ini:
https://drive.google.com/open?id=0B-HdISNdFUPjWUgtczVmTVh2cTA&authuser=0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar