Minggu, 05 April 2015

Sejarah Pelayanan dan Pendidikan Bidan di Amerika Serikat



KONSEP KEBIDANAN
Sejarah Pelayanan dan Pendidikan Bidan di Amerika Serikat


Nama Kelompok :
Astriani Hapsari 
Ayu Mei Fiyanti Putri
 Ayu Subarkah 
Azizah Septiyani        

UNIVERSITAS GUNADARMA



Sejarah Pendidikan Bidan Dan Pelayanan Kebidanan Di Amerika
RIWAYAT AWAL
Riwayat bidan di Amerika Serikat dimulai dengan masuknya kolonial di Dunia baru. Bidan berada di antara wanita pertama yang tinggal di dalam koloni-koloni. Kendati secara pasti bidan telah ada di tengah-tengah orang Amerika Serikat Asli, sejarahnya belum dikeneli dan diteliti secara umum.
Selama abad ke-19, para wanita perintis menempuh perjalanan melewati dataran luas dengan mengendarai WAGON tertutup, mengikuti jalur oregon dan sante fe. Mereka kemudian menetap di Bagian barat dan di berbagai tempat melahirkan anak dengan bantuan wanita lain yang berfungsi sbagai bidan dalam situasi tersebut. Sejarah hormon mencatat peran terhormat dan fungsi kepahlawanan bidan selama perjalanan mereka dari Illanois ke Utah pada tahun 1846 dan 1847.
Beberapa dokter yang memberikan kontribusi yang bermakna bagi ilmu pengetahuan dan seni obstetric, antara lain :

1.       William Smallie (1697 – 1763
Beliau menyelengarakan pengawasan dan pendidikan, yang mengembangkan pendidikan dengan menggunakan boneka peraga dan mencatat semua pasiennya dengan sangat teliti, mengidentifikasi mekanisme persalinan dan membuktikan kesalahan sejumlah mitos pemahaman yang keliru. 

2.       William Hunter (1718 – 1783)
Kontribusi beliau dalam pendidikan anatomi, mencakup; penemuan yang berkaitan dengan system linfe, sirkulasi plasenta, dan kehamilan uterus. 

3.       William Shippen, Jr. (1736 -1808)
Beliau adalah pengajar pertama dalam bidang obstetric, ia mendirikan kursus Kebidanan dan Rumah Sakit bersalin, pada Tahun 1762. Kemudian pada tahun 1810 bersama Dokter Thomas Chaakley mempromosikan Partus buatan pada bayi Premature pada ibu yang pinggulnya sempit.

4.       Dr. Sammuel Bard (tahun 1742 – 1821)
Dokter Samuel Bard, yang berkebangsaan Amerika Serikat banyak menulis buku-buku kebidanan, diantaranya:
a.       Cara Pengukuran Konyugata diagonalis
b.      Kelainan-kelainan pinggul
c.       Melarang pemeriksaan dalam apabila tidak ada indikasi.
d.      Membagi persalinan dala empat kala
e.      Menasehatkan jangan menarik tali pusat untuk mencegah terjadinya inversio uteri.
f.        Mengajarkan bahwa letak muka dapat lahir spontan
g.       Melarang pemakaian cunam berulang-ulang karena banyak menimbulkan kerugian.

5.       Dr. Walter Channing (tahun 1786 – 1876)
Channing memperoleh gelar dokter pertama kali dari  Universitas Edinburgh. Ia adalah Professor kebidanan dan hukum kedokteran pertama yang diperoleh dari universitas Harvard. Ia adalah salah satu dari dokter yang pertama kali menggunakan anesthesia (bius) kepada ibu yang melahirkan, dan ia membuat risalah untuk kepentingan itu, diberi judul “Treatise on etherization in child birth, illustrated by 581 cases,” tahun 1849. Ia juga yang pertama kali memperhatikan kondisi nifas dari ibu yang melahirkan.

6.       Hugh L. Hodge, M.D (tahun 1796 – 1873)
Nama lengkapnya Hugh Lenox Hodge. Ia adalah dokter berkebangsaan Amerika, dilahirkan di Philadelphia, pada tanggal 27 Juni 1796, memperoleh gelar dokter dari Universitas Pennsylvania.
Ia mempelajari letak belakang kepala, mekanisme letak sungsang, pemasangan forcep harus disamping kepala anak, kecuali bila kepala masih tinggi, membagi turunnya kepala dengan bidang-bidang dasar panggul (bidang Hodge). Disamping itu ia menulis buku yang terkenal pada tahun 1866, yakni “the principle and practice of obstetrics”. Buku ini terkenal di Amerika dan luar Amerika, diterbitkan oleh Thomas Sinclair dari Philadelphia.

AWAL ABAD KE-20
Pada periode ini dua organisasi di bentuk : Biro Anak di Winghiston dan Asosiasi Pusat Ibu Melahirkan di Kota New York. Kedua organisasi ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan perawatan kesehatan maternal-bayi dan perawat-kebidanan.
Faktor perawatan obstetrik lain yang berperan dalam angka mortalitas ibu dan bayi pada saat itu adalah sebagai berikut:
1.       Masyarakat belum memandang rumah sakit sebagai tempat perawatan obstetrik sehingga sedikit rumah sakit yang dapat di gunakan sebagai penanganan kedaruratan.
2.       Studi obstetrik tidak di identifikasikan sebagai komponen yang sangat penting dalam pendidikan medis.
3.       Praktek obstetrik sebenarnya terbatas pada periode intrapartum dan pascapartum.
4.       Undang-undang yang di terapkan pada perizinan praktik dan pengaturan bidan masih sedikit.
5.       Belum ada sistem pendidikan terorganisasi bagi badan.

BIRO ANAK
Pada tahun 1903,Lilian Wald, seorang perawat dan pendiri Henri Street Settlement dan Visiting Nurse Association di kota New York, menyarankan pembentukan Biro Anak. Kegiatan pertama Biro Anak ini meneliti kematian bayi yang menurut data statistik yang ada angka kematian bayi mencapai 124 per 1000 kelahiran hidup.
Biro Anak kemudian meneliti angka kematian ibu melahirkan dan menarik kesimpulan bahwa ternyata perawatan awal dan perawatan lanjutan merupakan langkah yang sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

MASALAH BIDAN
Pada awal abad ke-20, muncul perdebatan tentang apa yang di kenal sebagai Masalah Bidan. Sebagian besar orang meyakini bahwa semua praktik kebidanan harus ditiadakan. Sebagian yang lain meyakini bahwa bidan dapat melakukan fungsi yang bermanfaat. Mereka yang memdukung bidan,merasa bahwa praktik kebidanan harus mendapat pelatihan, perizinan, dan pengawasan yang tepat.
Hasil dari perundang-undangan yang mengatur praktik kebidanan adalah beberapa sekolah kebidanan mulai didirikan. Sekolah yang dirancang untuk memberi pendidikan kepada bidan setempat guna memenuhi prasyarat praktik ini kemudian di tutup atas pemerintah komisaris rumah sakit di Kota New York, yang adalah seorang Dokter. Tahun 1923 kursus kebidanan dimulai. Kursus ini yang pada akhirnya memiliki perawat praktik dan perawat berizin praktik sebagai mahasiswa.
SEKOLAH KEBIDANAN MANHATTAN
Sekolah yang pertama kali didirikan khusus untuk mendidik lulusan perawat yang ingin menjadi bidan adalah sekolah kebidanan Manhattan, dibuka di Kota New York pada tahun 1925. Sekolah Kebidanan Manhattan (The Manhattan Midwifery School) bergabung dengan The Manhattan Maternity and Dispensary, sebuah rumah sakit khusus yang memberi pelayanan maternitas. Pada saat itu sedikitnya ada 18 lulusan dari Sekolah Kebidanan Manhattan.

SEKOLAH KEBIDANAN LOBENSTINE
 Sekolah kebidanan Lobenstine dibentuk pada awal tahun 1931 oleh tiga anggota dewan kedokteran Asosiasi Pusat Maternitas dan direktur umumnya, yaitu Hazel Corbin, R.N. Ralph Waldo Lobenstine, M.D. ketua dewan Kedoketran MCA. Lobenstine bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan pendirian pelayanan dan pendidikan perawat-bidan sampai ia meninggal pada tahun 1931. Keteguhan para anggota dan dukungan keuangan dari kelompok yagn terdiri atas 60 pasien dan teman-teman Lobenstine mengarahkan pendirian Lobenstine Midwifery Clinic, Inc pada bulan November 1931. Asosiasi pusat Maternitas dan klinik Kebidanan Lobenstine bergabung dibawah naungan dan pengawasan Asosiasi Pusat Maternitas. Pelayanan perawat-bidan yang diberikan melalui pelayanan klinik terdiri atas perawatan selama kehamilan dan pendidikan pasien di klinik tersebut, perawatan intrapartum dan pascapartum di rumah pasien, kecuali jika pasien harus menjalani rawat-inap di rumah sakit untuk alasan medis, dan check-up pascapartum.

TAHUN 1940-AN DAN 1950-AN
 Pada tahun 1940-an dan 1950-an muncul kebutuhan akan pelayanan perawat-bidan untuk berfungsi sebagai pendidikan dalam bidan keperawatan maternitas. Selain itu juga untuk melengkapi tenaga pelayanan keperawatan, melakukan pengawasan dan menempati posisi konsultan di departemen kesehatan negara dan internasional. Semua tanggung jawab pekerjaan ini kemudian di tambah lagi dengan kurangnya kesempatan perawat-bidan melakukan praktik maternitas sehingga timbul suatu keadaan yang sejumlah besar lulusan baru perawat-bidan tidak melakukan praktik klinik perawat-kebidanan yang sesungguhnya.

TAHUN 1960-AN
Kesempatan untuk melakukan praktik klinik perawat-kebidanan masih sangat terbatas bagi lulusan perawat-bidan pada awal tahun 1960-an. Hanya dua negara dan satu kota yang secara hukum mengakui praktik perawat-kebidanan pada saat itu. Berikut adalah beberapa pemahaman yang keliru dan stereotip yang sering terdengar selama masa yang menghambat perkembangan perawat-kebidanan pada tahun 1960-an juga data fakta yang tersedia pada waktu tersebut.
·        Stereotip : Semua bidan sama.
·        Fakta : Nama perawat-bidan sebenarnya menjelaskan dengan tepat siapa dan apa perawat-bidan.
·        Pemahaman yang keliru : Perawat-bidan mencoba menjadi “dokter kecil.
·        Fakta : Perawat-kebidanan adalah sebuah profesi dengan definisi jelas.

TAHUN 1970-AN
Pada akhir 1960-an dan awal tahun 1970-an, semua hal berubah. Tiba-tiba perawat-bidan bukan saja dapat diterima, tetapi lebih dari itu mendapat permintaan berlebihan utnuk bekerja sebagai tenaga pelaksana dan bahkan dipersalahkan karena jumlahnya kurang untuk memenuhi tuntutan pada saat itu. Akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an merupakan kurun waktu perkembangan pesat perawat-bidan bersamaan dengan peningkatan pelayanan perawat-bidan dan program pendidikan yang tersebar luas selama dekade tersebut.

TAHUN 1980-AN
Pada tahun 1980-an, perawat-bidan melakukan praktik mencakup seluruh rentang area yang mungkin dimasuki dari klinik dan program yang didanai pemerintah sampai HMO dan rumah sakit.  Pada akhir tahun 1970-an dan menjelang awal 1980-an terlihat perkembangan pesat pusat persalinan diluar rumah sakit dengan Maternity Center Association sebagai penggeraknya. Bidan tradisional mengatur diri mereka sendiri pada tahun 1982 dengan membentuk Midwives Alliance of North America (Mana) dengan melibatkan bidan di Kanada dan Meksiko juga bidan di Amerika Serikat. MANA kemudia mendirikan Interim Registry Board (IRB) pada tahun 1986 dengan tujuan menyelenggarakan suatu penilaian dan mempertahankan keanggotaan bidan yang lulus dalam penilaian tersebut. Kemudian secara perlahan IRB berpisah dari MANA dan bergabung menjadi North American Registry of Midwives (NARM). Pada tahun 1991.

TAHUN 1990-AN DAN AWAL 2000-AN
Awal tahun 1990-an menjadi saksi lonjakan pertumbuhan program pendidikan perawat-bidan. Hal ini terjadi sebagian disebabkan pengakuan negara terhadap kualitas dan keefektifan pelayanan perawat-bidan dan anggaran yang diberikan negara untuk mendanai program tersebut.  Sistem pelayanan kesehatan mulai berkembang dalam arahan managed care pada awal 1990-an. Sekali lagi perawat-bidan menemukan bahwa mereka masih harus berjuang mendapatkan pengakuan, dan aspirasi mereka, baik pada lingkup nasional maupun lokal, bisa mempengaruhi keputusan yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan dan praktik perawat-bidan. ACNM Divition of Accreditation (DOA) merupakan divisi yang pertama kali diakui oleh U.S. Departmenet of Education (USDOE) sebagai badan akreditasi nasional pada tahun 1982. Pengakuan tersebut telah diperbaharui sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh USDOE sebelumnya.
Pada tahun 1994, sebagai respons terhadap permintaan dari lembaga perundang-undangan negara, ACNM mengambil sikap tegas dalam menetapkan standar surat pengakuan terhadap bidan yang bukan perawat. Tindakan ini segera mendorong peningkatan penggunaan banyak tenaga perawatan kesehatan profesional berlisensi, yang sebagian besar adalah asisten dokter, untuk melaksanakan praktik kebidanan tanpa persiapan pendidikan ataupun izin untuk melakukan peran ini. Program pendidikan pertama bagi bidan bukan perawat yang telah menjalani praakreditasi oleh ACNM DOA dimulai pada tahun 1996. program ini meluluskan siswanya pertama kali pada tahun 1997, dan pada tahun 1999 program tersebut sudah mendapat akreditasi penuh.
Pada saat yang sama, Widwefery Education and Accreditation Council (MEAC), yang sudah berubah dari gerakan kebidanan tradisional pada tahun 1970-an dan 1980-an, mengatur dan mengukuhkan dirinya hanya pada pengakreditasian pendidikan bidan jalan-masuk-langsung bukan perawat pada siklus maternitas dan praktik diluar rumah sakit-khususnya persalinan dirumah MEAC telah melaksanakan dan menerima pengakuan dari Departement Pendidikan Amerika Serikat sebagai badan yang melakukan akreditasi pada bulan Januari 2001. Kebidanan yang telah memiliki izin pada permulaan tahun ini mengarahkan kedua jenis perawat dan dua tipe bukan-perawat-direct entry untuk menjadi bidan bersertifikat (CNM, CM, CPM) dengan proses pendidikan yang berbeda dan dua ruang lingkup praktik yang berbeda, tetapi setelah mendapat penjelasan yang tepat sehingga dapat membedakannya dengan bidan tradisional yang tidak memiliki surat izin.

Perbandingan Pelayanan Kesehatan Kebidanan Di
Amerika & Indonesia
Di Amerika para bidan berperan seperti dokter,berpengalaman tanpa pendidikan yang spesifik. Standar-standar atau peraturan-peraturan sampai pada awal abad ke 20. Saat ini Amerika Serikat merupakan negara yang menyediakan perawatan Maternitas termahal didunia,tetapi sekaligus merupakan negara industri yang paling buruk dalam hasil perawatan Natal di negara-negara industri lainnya.
Di Indonesia Bidan hanya menangani persalinan normal,dan dokter manangini persalinan yang bermasalah (Sesar). Kebanyakan masyarakat lebih memilih persalinan pada bidan,karena biayanya yang terjangkau dan lebih mengerti/memahami wanita.

SUMBER :
Risna, Inda. 2012. Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebidanan. <http://indarisna.blogspot.com/2012/12/perkembangan-pelayanan-dan-pendidikan.html>
NN. 2009. Profil Pelayanan dan Pendidikan Bidan (Dalam dan Luar Negeri). <http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tugas-kuliah-profil-perkembangan.html>

untuk mendownload file dalam bentuk Word silakan buka di bawah ini:
https://drive.google.com/open?id=0B-HdISNdFUPjS0NsbExNS3A4Q1U&authuser=0

untuk mendownload file dalam bentuk PPT silakan buka di bawah ini:

https://drive.google.com/open?id=0B-HdISNdFUPjWUgtczVmTVh2cTA&authuser=0


Tidak ada komentar:

Posting Komentar